Pages

Marthen Kanginan

Di bangku SMA, ketika gadis-gadis remaja menyelipkan foto pacar masing-masing atau para personil Westlife  ke dalam dompet, saya memilih Marthen Kanginan. Jika Anda pernah mengecap bangku sekolah menengah, belum pernah mendengar nama Marthen Kanginan sama mustahilnya dengan mengaku cinta musik tapi tidak pernah mendengar nama Frank Sinatra.

Marthen Kanginan adalah pembuat buku pelajaran Fisika terbitan Erlangga untuk SMP dan SMA yang buah pikirannya telah meracuni hampir separuh dari penduduk Indonesia di masa muda. Marthen Kanginan adalah sosok yang membuat abege-abege ingusan menempelkan rumus-rumus di dinding toilet dan tembok kamar, berharap ketika bangun pagi, rumus-rumus tersebut sudah menempel di otak seperti lintah. Marthen Kanginan adalah alasan mengapa sebagian besar anak dihukum orangtuanya di musim liburan kenaikan kelas, karena rapor yang merah membara.

Marthen Kanginan, Saudara-saudara, adalah Dewa Fisika--sengaja diturunkan Zeus ke bumi sebagai hukuman bagi anak manusia yang sulit sekali membedakan Gaya Katrol dan Gaya Benda.

Salah satu buku karangan dewa.

Mengapa persisnya saya memasang foto Marthen Kanginan di dompet sungguh suatu misteri. Dia tidak ganteng, ramah, maupun murah senyum. Rambutnya tidak trendy. Jasnya pun membosankan. Fotonya di halaman belakang buku paket Fisika selalu menampilkan pose yang sama: menatap kaku tanpa rona bahagia. Marthen Kanginan memandang lurus tanpa ekspresi ke arah pembacanya, seolah berkata: eat this shit or you'll die, Punk.


Saya tidak pernah jago Fisika. Setiap kali dapat soal seperti "benda A dikerek dengan tiga macam katrol, yakni katrol X, Y, dan Z, dengan besaran energi sekian bla bla bla maka tentukan berapa Newton gaya yang tercipta", yang ada di pikiran saya hanyalah: SIAPA ORANGNYA YANG ISENG BANGET NGEREK BENDA PAKAI TIGA MACAM KATROL?

Kemungkinannya hanya tiga; orang itu lagi nggak punya pacar, lagi mati gaya, atau dia adalah Marthen Kanginan sendiri.

Dilatarbelakangi keputusasaan saya dalam pelajaran yang bersangkutan, sebenarnya saya sudah lama memutuskan hidup tanpa bayang-bayang Marthen Kanginan. Namun, malam ini nama beliau kembali menjumpai saya, dalam perbincangan dengan seorang rekan soal buku pelajaran.

Ternyata eh ternyata, Marthen Kanginan itu dulunya pegawai perusahaan setrum. Dia sangat berminat pada Fisika, dan telaten menulis buku paket yang entah bagaimana seperti menjadi kitab suci untuk semua sekolah di Indonesia. Setiap buku paket yang ditulisnya bisa laku sampai 200.000 eksemplar. Sekadar gambaran, standar best-seller Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) untuk buku non-fiksi adalah 3.000 eksemplar. Jika per buku Marthen dapat royalti 10% dari harga penjualan per eksemplar, pasti sepanjang hidupnya dia bagaikan "ditabokin duit".

Saya sungguh ingin mengunggah foto beliau ke dalam blog ini, tetapi Google tidak menyediakannya (yang keluar, entah kenapa, malah gambar Baim Wong) dan saya sudah lama mengubur buku-buku Fisika agar bisa melanjutkan hidup. Saya cuma mau pamer ke seluruh dunia bahwa waktu remaja saya tidak salah pilih dalam hal memasang foto lelaki di dompet.

Inilah pria yang konon bisa membangun lima rumah hanya dari menulis barisan rumus dan latihan soal yang melibatkan benda bergerak, pegas, dan katrol. Inilah pria yang bisa mendefinisikan kesuksesan dalam satuan Newton dan Tesla. Inilah pria yang memberimu pesan moral: jika kau ingin kaya, tulislah buku Fisika, jangan puisi tak tentu rupa.

13 comments:

  1. Aku gak liat foto Baim Wong di google pas ngetik kata Marthen Kanginan, malah foto kamu di barisan ke enam. Busyet.

    ReplyDelete
  2. Wah, kamu scroll-down nya kurang teliti mungkin. Beneran deh ada Baim Wong.

    ReplyDelete
  3. dan apa jadinya ketika beliau - sang dewa fisika - membaca tulisanmu ini ndin?
    mungkin beliau akan berkata,
    "I ain't wrote those shit..!!!"
    dengan gaya mafia, wkwkwkkwk:D

    ReplyDelete
  4. Haha, iya, dengan asesoris bling-bling berupa lambang 'Ohm' terbuat dari emas murni tergantung di lehernya...

    ReplyDelete
  5. Asli buku ini tuh slh 1 buku yg plg ngerusak lingkungan! Tebelnya amit", brp pohon deh tuh yg ditebang buat buku yg ujung"nya cuma gw simpen di laci meja. Blom lg ngerusak kantong krn hrganya yg ga murah. Beli sesuatu yg bahkan ga gw nikmati. *sigh

    ReplyDelete
  6. Setuju. Dan kayaknya makin tambah semester makin tebel..-__-

    ReplyDelete
  7. Fisika ku penah dapet nilai 4. Enough said.

    ReplyDelete
  8. Kadang suka heran ngapain dulu aku SMA masuk IPA, ya..

    ReplyDelete
  9. Fisika itu indah.....

    ReplyDelete
  10. all hail da mastah kanginan!! :D

    ReplyDelete
  11. ngakak maks :D

    ReplyDelete
  12. Haha this is f*ckin brilliant mbak!
    Hari ini lagi iseng Googling, mendadak terlintas nama "Marthen Kanginan" (pls don't ask why) dan nemu blog post ini :p

    P.S:
    Saya dulu memang anak IPA, tapi tidak terlalu terobsesi ama Fisika. Tapi nilai Fisika saya juga gak jelek2 amat kok :p

    ReplyDelete
  13. Wah.... Marthen Kanginan mah favorit saya sejak dulu, jadi kangen sama buku fisikanya, wkwkwk......

    ReplyDelete