Pages

Bekas Luka

Aryan pernah menjadi kekasih Aryani semasa SMA. Selain nama mereka berdua yang mirip, wajah mereka pun tampak serupa, sampai-sampai saat Aryan membawa Aryani ke rumah untuk bertemu kedua orangtuanya, Papa Aryan terperangah beberapa detik, sebelum kemudian meledak dalam tawa dan berkata "jangan-jangan Papa dulu pernah nakal tanpa sengaja." Aryan dan Aryani sama-sama punya kulit coklat, bagian apel di pipi yang menonjol saat tersenyum, dagu yang sempurna, bentuk muka oval, rambut bergelombang, dan mata yang berbinar. Setiap orang berkomentar bahwa wajah yang mirip berarti jodoh. Mereka tertawa saja, tetapi berharap mitos itu benar adanya. Ketika Aryan memberi Aryani ciuman pertamanya, mereka saling menatap dan diam-diam berkata dalam hati masing-masing, "aku akan hidup dengan orang ini sampai mati." Sejak itu mereka tak pernah terpisahkan. Kalau tak bisa mengantar Aryani pulang, Aryan akan menemani Aryani menunggu jemputan di sebuah warung telepon sambil berpegangan tangan. Kadang ketika banyak orang lalu-lalang dan mereka menjadi malu tapi enggan melepaskan genggaman, Aryan akan menutupi kedua tangan mereka yang berpautan itu dengan tas sekolahnya; seolah-olah dengan begitu orang tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan. Aryani paling senang mengelus-elus bekas luka di sudut mata kiri Aryan, berbentuk garis seperti codet kecil, kira-kira sepanjang tiga sentimeter. Aryani suka mendengarkan cerita Aryan bagaimana dia mendapatkan luka itu. Semua orang bilang Aryan ganteng karena ia tinggi dan berkulit coklat dan punya senyum manis dan dagu yang sempurna dan bentuk muka oval dan rambut bergelombang dan mata yang berbinar-- tapi bagi Aryani, bekas luka di sudut mata kiri itulah yang membuat Aryan tampan. Lalu hidup membuat Aryan dan Aryani berubah dari sepasang remaja SMA yang cukup bahagia berjalan di bawah hujan berdua, menjadi dua orang asing yang saling mencintai tapi terlalu berbeda. Aryani meninggalkan Aryan, Aryan meninggalkan Aryani, berkali-kali, sampai akhirnya tak ada lagi alasan yang tersisa untuk bersama. Dengan pahit mereka berpisah menuju takdir masing-masing. Aryan menikah dengan seorang akuntan dan punya satu anak perempuan. Aryani menikah dengan seorang insinyur dan punya satu anak laki-laki. Mereka tinggal di kota, bahkan pulau, yang berbeda. Hidup berjalan tanpa banyak kejutan. Sesekali Aryani memikirkan Aryan. Bahwa mereka tidak cocok --dan tidak akan pernah cocok-- itu ia mengerti. Yang tidak ia pahami adalah mengapa, di malam-malam tertentu saat suaminya tidur sambil menggenggam tangannya, Aryani bisa melihat Aryan tersenyum menatapnya, dengan sepasang mata dan bekas luka di sudut kiri, bekas luka yang selalu ia sayangi.

4 comments:

  1. My ex. We're not friends, we're not enemies. We're just strangers with some memories. Dibaca dengan backsound Perfect Stranger dari Deep Purple.

    Ini mesti ada efek dari lagu pop di tulisanmu sebelumnya. Hehehe...

    Anon1

    ReplyDelete
  2. Bisa jadi sih :) "strangers with some memories"...

    ReplyDelete
  3. aryan dan aryani , berharap semoga bisa dibuat lebih detail cerita nya :')

    ReplyDelete
  4. Gitu, ya? Sebenernya ini cuma paragraf-paragraf nostalgik aja kok, hehehe..

    ReplyDelete