Pages

Sendiri, Tapi Tak Sepi

Tempo hari, aku dan kawan pengarang Wan Nor Azriq berbicara tentang sepi. Apakah kesepian itu? Apa bedanya dengan kesendirian? Kukatakan padanya, "Aku sendiri, tapi tak merasa sepi." Alone, but not lonely. Orang yang sendiri belum tentu merasa kesepian, seperti orang yang merasa kesepian belum tentu sedang sendiri.

Azriq preferred the world "solitude".

Loneliness is a state of mind. Ini kupahami justru setelah menikah. Lebih tepatnya, menyerahkan hatiku dan hidupku dan seluruh duka-laraku pada seorang saja. Menjalani hubungan semacam ini membuat perasaan lebih rawan. Kalau kau punya kekasih cadangan, kau tenang saja bila dikecewakan. Kesedihan yang disebabkan oleh kekasih A bisa disubstitusi oleh kegembiraan dari kekasih B, dan seterusnya. Baik untuk kesehatan.

Tapi cinta datang dengan satu paket rasa. Ada kalanya kau bahagia, lain kali kau merasa kecewa. Selalu ada perkara dalam setiap hubungan karena kau dan pasanganmu bukan anak kembar. Apakah kau akan mengalihkan kekecewaan dan kesedihanmu pada orang lain? Jangan. Bersetialah pada kata-katamu. Bersetialah pada apa yang pernah kaujanjikan, pada kekasihmu dan dirimu sendiri.

(Kesedihan biasanya mencapai puncak ketika sedang berjauhan. Percayakah kau rindu bisa membunuh? Aku percaya, minimal rindu bisa bikin gila.)

Sa tra papa..
(Gambar dari @mopapua)
Dan di sinilah "ke-aku-an"-mu diuji. Jatuh cinta bukan berarti menjadikan kekasihmu penentu kebahagiaan. Kalau kau bisa merasa bahagia bahkan ketika kau sedang sendiri, tak ada yang bisa mengambil kebahagiaan itu. Sedangkan, kalau kau hanya bisa merasa bahagia ketika kekasihmu ada, artinya kebahagiaanmu itu bukan milikmu sendiri. Kebahagiaanmu memerlukan syarat, dan syarat itu adalah kehadiran orang lain. Bagaimana kalau orang lain itu pergi?

Sekarang aku paham kenapa kita sebaiknya mencintai diri kita dulu, baru mencintai orang lain. When you feel lonely being alone, it means you're in bad company--konon itu kata Sartre. Dan akan jauh lebih mudah mencintai orang lain yang sudah bahagia dengan dirinya sendiri--sebab kita ingin menjadi bagian dari kebahagiaan itu.

1 comment:

  1. Wah, Saya rasa saya masih di tangga pertama untuk soal beginian.

    Thanks to old Acer...

    ReplyDelete