Pages

"Nak, ini rumah, bukan pos satpam."



Ini ibu saya. Namanya Elly Deliana, dan saya memanggilnya Mama. Akhir-akhir ini si Mama lagi seneng-senengnya protes ke saya karena ritme hidup kami yang musuhan, bagai Jupe dan Depe.

Mama seorang dokter anak. Sedari muda biasa hidup disiplin. Mama bangun pagi untuk shalat Subuh dan biasanya nggak tidur lagi sampai berangkat kerja jam 9. Sekitar jam 22-23, Mama sudah pergi tidur--dan bisa lebih awal jika ia berniat bangun malam untuk tahajud atau makan sahur.


Saya seorang wartawan. Sedari muda biasa tidur malam. Begadang adalah nama tengah saya. Dan karena sering begadang, bangunnya jadi siang. Boro-boro olahraga, sekadar ngobrol sama Mama dan adik saya yang masih SMA aja susah bener. Sarapan jadi brunch. Hilang sudah ritual nonton berita pagi yang sudah saya lakukan sejak kuliah.

Sebenarnya saya juga sebel sama keadaan ini. Di hati sering muncul keinginan untuk hidup sehat dan bermartabat, tapi amboi, susah sekali direalisasikan mengingat ritme pekerjaan saya yang tak menentu.

Dan kami pun mengalami masalah klasik keluarga urban: Mama berangkat kerja, saya masih tidur. Saya pulang kerja, Mama sudah tidur.

Sedih, lho.

Apalagi waktu tadi pagi Mama duduk di tepi tempat tidur saya dan bilang, "Nak, kok bisa sih kita nggak pernah ketemu? Kamu seliweran doang kayak di tempat transit. Ini rumah, bukan pos satpam."

(Karena masih beler, sebagai balasannya saya hanya menggumam tak jelas. Oh, maafkan aku, Ibu..)

Sepertinya saya memang harus segera sekolah lagi. Untuk hidup yang lebih berkualitas.

7 comments:

  1. salam hangat buat mama andina. ngmg2 mirip senyumnya, kalo mata mirip bapak. *ngumpet2 cubit pipi andina

    ReplyDelete
  2. Gua demen tuh sama yang paling terakhir.. "sekolah lagi!!!" biar tambah pinter..

    ReplyDelete
  3. Mantaaap! Ayoooo... sekolaaaah!

    ReplyDelete
  4. saya juga kebiasaan brunch
    A : eh aku karena sibuk selalu brunch
    R : eh aku iya, aku seringnya kalo sibuk brunch juga
    A : wah ga brekfest dan luch tapi digabung jadi satu cuma brunch doang,
    tapi kok kamu masi gemuk juga?
    R : owwh, soalnya aku emang brunch, tapi breakfast dan lunch mah teteup...

    A : Dih, itu sih maruk!!

    *sewot*

    ReplyDelete
  5. @ronitoxid: kalo di Manado, brunch disebutnya smokol.

    ReplyDelete
  6. Aha! Sebagian orang yang (pernah) bekerja dalam penulisan memang hidup nokturnal. Mereka tak bermasalah dengan irama hidupnya namun orang lain menganggapnya masalah :D

    ReplyDelete