Pages

Sahabat Sensi

Jadi, anak-anak angkatan saya (Jurusan Ilmu Komunikasi Undip 2004) punya kecenderungan menikah muda.

Ketika saya menulis postingan ini, seorang sahabat saya, Mazfiar Amriarriza, baru saja mengakhiri masa lajangnya di usia 25 tahun. Ini adalah keputusan berani. Maksud saya, yang terbayangkan di usia 25 adalah bebas jalan-jalan kesana kemari tanpa memikirkan biaya bulanan dan tanggung jawab pada pasangan, ya kan? Tapi setiap orang punya momentumnya masing-masing, dan buat Mazfiar mungkin momentum itu sudah datang. Setulus hati saya mendoakan agar ia senantiasa memperoleh kebahagiaan.

Demikian juga dengan teman-teman lain yang sudah menikah dan akan menikah.

Nah, si Dicky, sahabat saya yang lain, adalah pihak yang paling heran dengan fenomena menikah muda ini. Saya ada di pihaknya. Entah karena kami takut komitmen atau takut kehilangan momen senang-senang, yang jelas sampai sekarang pernikahan masih terdengar seperti pembacaan hukuman seumur hidup. Mungkin rasanya sama kayak didatangi Hitler, tiba-tiba kita jadi Yahudi, terus dimasukkan ke kamar asap. Seperti kata Groucho Marx, "Marriage is a sentence. A life sentence." LOL

Keheranan Dicky membuatnya bersikap kritis terhadap segala nalar awam atau anggapan umum soal pernikahan. Berikut ini saya kutipkan beberapa tweets-nya. Oh ya, buat yang tertarik sila follow dia di @di_q :)

"menikah akan membukakan pintu rezeki" | jadi kalo mau dapet rezeki, harus nikah dulu?

"menikah akan membuat ibadah kita menjadi sempurna" | jadi kalo belum/nggak nikah maka ibadah kita gak sempurna?

"menikah itu adalah ibadah" | jadi kalau mau ibadah, harus nikah dulu?

"menikah itu akan membuat hidupmu lebih terarah, teratur dan lebih baik" | Jadi, kalau belum nikah = hidupmu akan berantakan?

"menikah akan menghindari zina" | menghindari zina caranya ya jangan berzina, bukan menikah.

"umurmu udah berapa? ayo cari calon yang bener dan serius" | jadi ini masalah umur?

"menikah itu ibadah" | mau ibadah aja harus nikah dulu. mending gak punya agama.
....

Oke, oke, tweet dia yang terakhir itu mulai membuat saya bertanya-tanya apakah dia butuh Kiranti.

2 comments:

  1. di kamus orang pro nikah
    Pernikahan = ibadah

    di kamus orang sinis dg pernikahan
    Pernikahan = bentuk 'future tense' dari perceraian

    di kamus orang skeptik akut pernikahan

    Pernikahan= ???
    maaf kata tsb tidak terdapat di kamus ini

    (^__^)

    ReplyDelete
  2. @ronitoxid: hehe, kemarin habis dapat stok lelucon baru tentang pernikahan, sebagai berikut,

    "Rahasia sukses pernikahan kami adalah makan malam romantis, dengan coklat dan anggur merah dan steak dan restoran dengan cahaya lilin. Istriku melakukannya hari Selasa malam dan aku Kamis malam."

    LOL

    ReplyDelete