Pages

Guyon Miris

Ini cerita dari Timor Timur di era Insiden Dili. Seorang warga bernama Manuel sedang sakit. Ia mendengar pintu rumah diketuk. Manuel berseru ketakutan dari dalam,

"Siapa?"
"Saya."
"Saya siapa?"
"Saya, malaikat kematian."

Manuel mendesah lega. "Oh, syukurlah! Saya kira ABRI."

9 comments:

  1. Kedengarannya dari SGA nih. Cerita yg amat tragis.

    Anon1

    ReplyDelete
  2. saya kasihan sama rakyat timor, mreka gak pnah lpas dri penjajahan. lpas dari portugis, ke sekutu. dan skrg pun msh brgantg sma sekutu. indonesia kena getahnya.

    ReplyDelete
  3. @Anon1: bukan, bukan dari SGA. walaupun ketika mendengarnya, SGA juga berkata ini sangat tragis. "Malaikat kematian langsung mencabut nyawa, sedangkan ABRI pakai menyiksa," katanya, pahit.

    ReplyDelete
  4. @Anon2: tapi menurut anda, keputusan Habibie kasih referendum waktu itu tepat nggak?

    ReplyDelete
  5. Dan terminologi "Insiden Dili" itu adalah taktik cuci tangan khas Orde Baru. "Insiden" itu kesannya nggak disengaja.

    ReplyDelete
  6. setuju, atau gak, emang timor itu hanya titipan sekutu. jadi lepas, lepaslah...
    masalahnya sekarang ini,Indonesia kena getah, akibat titipan itu...

    ReplyDelete
  7. Maksudnya titipan itu gimana, ya? Menarik nih kalau dijelaskan lebih lanjut.

    ReplyDelete
  8. kita tahu latar sosio politik pada tahun 70an adalah masih terdapat sentimen perang dingin, antara blok barat dan timur.
    pada masa itu, Indonesia condong ke blok barat dengan soehartonya.
    lepas dari portugis, krena ada revolusi bunga, timor mengalami kekosongan kekuasaan. dan saat itu anggota2 fretelin mw mendirikan repblik demokratik timor leste yg komunis.
    sekutu yg emang udah ancang2 mw menghancurkan komunisme sampe ke akar2nya menyuruhlah si orba utk mengokupasi timor. itu ditandai dgn persenjataan Indonesia waktu mengokupasi timor ialah impor dari sekutu.
    jadi dalang penjajahan atas rakyat timor adlah sekutu, alias amerika dan antek2nya yg obsesi jdi penguasa dunia...
    Indoesia yg lugu atas ketidakbecusan soeharto pada masa itu gak melihat hal terburuk apa yang terjadi, kalau Indonesia mengokupasi timor. teryata bener, pendekatan gaya militer pada waktu itu berhasil banyak membunuh jutaan orang timor yg gak berdosa. dan orba dipersalahkan atas kejadian itu.
    sebenarnya hubungan diplomatik yg dicita2kan Indonesia itu hub yg emansipatif, makanya Indonesia memprakarsai gerakan non-blok. semenjak orba naik, kita condong ke barat, bukan sbg partner, tapi subordinat sekutu.
    yang saya sayangkan, kenapa hingga kini, masyrakat internasional gak mw lihat fakta historis atas apa yg terjadi di timor leste.
    yg bertanggung jwb atas kematian jutaan org di timor leste bukan hanya indonesia, tpi sekutu yg dlu gencar mendorong Indonesia mengokupasi timor.
    kalau mau tahu, jenderal2 Indonesia gak terlalu jahat, krna yg jahat itu sbnrnya prajurit yg emang memandang timor daerah opersi militer. sbg contoh, wiranto pada waktu itu justru menyelamatka salah satu pembesar timor dlam konflik intern fretelin. jadi sebrapa jahatkah jenderal Indonesia? itu gak sejahat dalang di balik kejadian okupasi tsb.

    ReplyDelete
  9. Itu sebuah teori yang menarik. Adakah rujukan buku yang mengacu ke sana? Atau barangkali Anda berniat membuat penelitian emansipatoris kecil-kecilan untuk membuktikan hal ini? Menurut saya pribadi, hal ini layak diketahui umum secara lebih luas.

    ReplyDelete