Pages

Tips #2


"Olahraga teratur. Tiap hari makan vitamin C 500 mg. Kalau badan nggak sehat, gimana mau lawan Soeharto?"

(Pramoedya Ananta Toer dalam Linda Christanty, Dari Jawa Menuju Atjeh, Jakarta: KPG, 2009)

6 comments:

  1. Pram salah satu penulis fav saya. Bisa melihat sejarah negara ini dari sisi berbeda dengan pelajaran dan buku2 sekolah.

    Soal kesehatan salut banget sama Pram. Begitu berat penderitaan yg harus dia lalui: penyiksaan, penjara dan pengasingan, tp secara mental dan fisik tidak banyak pengaruh. Baca Nyanyi Sunyi Seorang Bisu sampai membuatku mau muntah.

    Anehnya tetap sebagai perokok berat tapi umur panjang. Sy pikir itu jadi iklan yg gak bagus ttg rokok.

    Anon1

    ReplyDelete
  2. sejarah selalu berpihak, tapi kegigihan Pram menuliskan ide2nya, mau itu benar atau salah, tetap aja keren...
    salut buat Pram...
    tapi sayang Soekarno dianggap jatuh sama Soeharto...
    kalo inget cerita Jawa dulu, zaman kerajaann, biasa sih perebutan kekuasaan... tapi sentimen ORBA jadi lebih kuat, kenapa? karena konteks perpolitikan global... kalo menurut gua...
    sampai skrg kta mash mrsakan sentimen ORBA itu...

    ReplyDelete
  3. @Anon1: Pram juga salah satu favorit saya. Tetralogi Bumi Manusia termasuk karya sastra klasik Indonesia pertama yang saya baca dan gemari, di antaranya karena gaya bertuturnya yang lancar. Tapi kamu tahu nggak, dulu waktu Pram masih merintis jadi pengarang, ada salah satu sastrawan yang bilang gini, "Pram, kamu itu nulis apa berak?" Hehehehehe...

    ReplyDelete
  4. @Anon2: Dan mungkin ada juga pengaruh terpaan. Kita diterpa Orde Baru dengan segala trik Machavellian, ISA dan RSA-nya dalam jangka waktu yang lama dan seringkali dengan cara-cara yang nggak terasa. 32 tahun, Ya Tuhan! Untung sudah tumbang...

    ReplyDelete
  5. Aku juga suka sekali dengan kuartet pulau buru, kala itu setelah baca Bumi Manusia tdk bisa lagi menemukan 3 buku selanjutnya di perpus, krn tidak ada. Ternyata salah satu dosen yg berasal dari Belanda punya seri itu lengkap, tp dalam bahasa Inggris :D. Tragis! Selagi di negeri sendiri di ban, di negeri orang malah dipuja-puja. Baru baca lagi berbahasa Indonesia setelah Hasta Mitra mencetak ulang buku2 Pram beberapa tahun yl.

    Yang kasih komentar itu aku pikir mungkin org yg berseberangan politik dengan dia kala itu. Aku lupa persis dimana pertanyaan itu pernah kubaca, mungkin di buku terbaru ttg Pram ya, Bersama Mas Pram?

    Dia berak aja begitu bagusnya apalagi menulis ya? Mau menampung? Hehehee...

    Anon1

    ReplyDelete
  6. @Anon1: Ya, karya Pram memang sangat 'bunyi' di luar negeri. Oleh banyak pihak ia dianggap "menulis ulang" sejarah bangsa ini dengan versinya sendiri. Setahuku Pram juga menjalin hubungan baik dengan sastrawan2 kelas dunia, dan satu-satunya penulis Indonesia yang dicalonkan sebagai penerima Nobel Sastra. Soal tampung-menampung, urusannya Doremon Jaya aja kali ya? Hehehehe...

    ReplyDelete