Pages

Kreativitas Kaum Proletar

Hasil survey sewenang-wenang saya menunjukkan bahwa stiker yang paling sering ditempel di kendaraan umum adalah stiker kapanlagi.com.

Dengan font dan warna kuningnya yang khas, stiker kapanlagi.com telah memonopoli dunia endorsement angkot di Kebayoran Lama, Lebak Bulus, Ciputat, Pamulang dan sekitarnya, sedemikian rupa sehingga seolah-olah angkot bukanlah angkot jika belum memiliki stiker kapanlagi.com di bodinya. Stiker kapanlagi.com bagaikan syarat sah angkot untuk menjalankan fungsinya sebagai sarana transportasi masyarakat. Dan untuk beberapa alasan yang belum diketahui persisnya, biasanya stiker ini ditempel di kaca belakang bagian pojok kiri bawah.

Nah, yang membuat saya terkagum-kagum adalah kepiawaian supir angkot dalam memodifikasi stiker kapanlagi.com tersebut. Para supir ini mengurangi, menambah, dan mengganti huruf-huruf stiker untuk membentuk kata-kata baru yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kapanlagi.com sebagai sebuah situs informasi. Nyaris tidak ditemukan lagi angkot yang membiarkan stiker kapanlagi.com utuh tak terjamah. Berikut beberapa contohnya:

- apalagi om
- apa sih om
- sana gih om
- kapan2 om
- lagi om
- kan lagi on
- dst

Terlepas dari keterlibatan om-om yang terlalu dominan, kata-kata tersebut menurut saya adalah bentuk kreativitas yang jenius belaka. Ini sama halnya dengan sebuah kios pangkas rambut yang memajang tulisan sebagai berikut:

PROMOSI. GUNTING RAMBUT = 15ribu. GUNTING RAMBUT + NYAPU = 7ribu.

(Bayangkan sebuah salon di mana Anda bisa mendapat diskon lebih dari 50% dengan membersihkan sendiri potongan rambut Anda! Sungguh sebuah promo yang eksentrik, unik, dan menggelitik..)

Richard Dawkins dalam bukunya, The Selfish Gene, menyebutkan tentang konsep meme, yakni analogi kultural dari gene yang biologis. Bila gene membawa sifat-sifat fisik makhluk hidup, maka meme memungkinkan penyebaran budaya antarmanusia. Meme mungkin berbentuk lagu, gagasan, ucapan populer, mode busana, cara-cara membuat keramik, dan membuat bangunan arsitektur. (Armahedi Mahzar, 2006)

Meme mungkin berbentuk modifikasi stiker kapanlagi.com oleh angkot-angkot di seantero Tangerang Selatan dan sekitarnya.

Bisa dimengerti jika kapanlagi.com melakukan endorsement bodi angkot dengan tujuan promosi dalam skala luas dan jumlah yang masif. Bahwa para supir kemudian memodifikasi tulisan itu dan menjadikannya di luar konteks adalah aplikasi kerja meme yang bisa jadi lahir dari kejemuan mengarungi jalanan 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Sekaligus membuktikan bahwa kreativitas memang bisa lahir dari perut yang lapar.

6 comments:

  1. tulisan yg menarik...

    ReplyDelete
  2. Meski kesimpulan di paragraf 9-10 terlalu dini, namun saya kagum, sejak blog awal, dengan analisis Andina.
    *Kreatifitas mudah hadir di ruang kecil mungil ini: blog. :)

    ReplyDelete
  3. Kreativitas memang (se)harus(nya) mudah lahir di ruang mana pun, baik besar atau kecil :D

    Thanks!

    ReplyDelete
  4. o, iya, selamat ulang tahun... :)

    ReplyDelete
  5. Tengkyu :) Haha iya nih sudah tuaaa..

    ReplyDelete